Arek ITS CUK atau Arek ITS CAK


Tepat pada Wisuda angkatan ke-96 ITS, bukan sekedar peluncuran majalah ITS Point, penyiaran secara live Eureka TV, dan Radio Jendela Kampus. Tapi Slogan atau jargon baru arek ITS pun diganti. Mau tau gantinya...mau? 3..kayak iklan aja. ya! benar gantinya Arek ITS CAK, kalau yang belum tau tak jelasin dikit. Sama dengan CUK yang memiliki akronim CUK= Cerdas, Ulet, Kreatif sedangkan CAK=Cerdas, Amanah, dan Kreatif. Jargon yang diluncurkan dari pihak rektorat ITS ini mengundang Pro dan Kontra di kalangan Arek ITS sendiri.

Coba anda lihat kesepanjang jalan protokol di ITS bagi teman-teman yang ada di SBY, terpampang besar dan dengan jumlah yang besar pula spanduk yang berbunyikan,"AREK ITS CAK". Saya sebenarnya sudah tau terlebih dahulu rencana pihak rektorat untuk mengadakan pergantian Jargon AREK ITS CUK tersebut. Namun tidak mengira akan sebesar ini sosialisasinya, dan yang saya tau CAK itu berarti CAK=Cerdas, Adaktif,dan Kreatif. eh tau ya sewaktu ada acara reportase di Graha Sepuluh November, saya melihat akan keseriusan pihak rektorat untuk mengubah image dari jargon ITS versi mahasiswa.

Mengubah Image tidak lah gampang, mencabut tanaman yang akarnya sudah tertancap kuat di bumi akan sangat susah. pihak rektorat tau itu, butuh pensosialisasikan tentang jargon baru itu. Menarik memang menanggapi komentar dari para teman-teman, ada yang bilang,' Mau cak,cuk,cik,coek,dll semua sama, yang beda cuman akronimnya saja. Meskipun begitu teman-teman ada yang tidak terima, terutama dengan hilangnya kata ulet. orang-orang tersebut sangat penting dan berpengaruh buat pencitraan dan pembentukan karakter anak ITS. Kenapa bisa gitu, mereka tersetting agar mampu paling tidak membuktikan makna dari jargon tersebut

Saya yang bukan orang Jawa, tidak begitu masalah dengan kata-kata CUK. Saya juga ngerasa ada yang janggal dengan jargon baru kali ini. Seperti ada unsur terpaksa dengan membuat jargon tersebut. Namun saran saya ga usah ganti-ganti lagi. Tinggal memantapakan maksud dari jargon tersebut menjadi realita.

Bercerita pengalaman sedikit, cerita ini terjadi tadi siang. selesai kuliah statistika rekayasa oleh Mr Dwi Priyatna saya diajak teman Siskal(sistem perkapalan) asal ponorogo. Dia berencana mau pulang ke daerah asal reog tersebut. Kebetulan sekali anak ini mendapatkan pesanana titipan Pin ITS dan beberapa Striker diITS dari adiknya tercinta. setelah sampai ke Kantin Pusat ITS. Saya langsung mengambil uang di ATM. Dompet ku hampir karam nih, bahaya sekali. Sedangkan si JUncak satu itu langsung melesat ke Kopma(koperasi mahasiswa)

Tidak berapa lama saya ikut menyusul sembari melihat apakah ada barang bagus yang keren abis. Saya sedikit tersentak, sekarang Striker, gantungan kunci, pin, dan aksesoris ITS lainnya tidak ada satu pun yang meyantumkan kata-kata Arek ITS Cuk lagi. Mau bilang apa lagi, keinginan kaum kecil pesti selalu kalah ma pengusaha. Saya yakin arek ITS mesti sepakat dengan jargon AREK ITS CUK ketimbang AREK ITS CAK. Tapi kita lihat entar mana yang akan bertahan atau punah ditenggelamkan dengan waktu. Silahkan anda memilih Arek2 ITS
VIVAT! VIVAT SISKAL

Comments

fitri said…
eh cuk, aku pengen muleh cuuuukkkk...
gyahahahahahahahaaaa...

enak ITS CUK, jar. ketok kereng, sangar, aaarrgghhh!!
Anonymous said…
mau CUK mau CAK, semua tetep arek ITS

kunjungi :
aditcenter.wordpress.com
calonarsitek said…
saya lebih suka ITS CUK ! pribadi anak ITS emang lebih pas kalo diibaratkan dengan Ulet. karena kalo ulet, pasti dia lakukan dengan sungguh-sungguh. sedangkan kalo Amanah, amanah sendiri bisa diamanahkan lagi pada orang lain. bisa diumpamakan, kita diberi amanah berupa tugas A, tapi amanah itu bisa kita jalankan dengan memberikan amanah itu pada orang lain.selain itu, ulet itu datang dari diri sendiri,sedangkan amanah,cenderung datang dari orang lain.
pribadi anak ITS yang 'tahan banting' akhirnya semakin melemah.

sekali CUK tetep CUK !

Popular posts from this blog

Foto-Foto Terlarang Hindia Belanda

Green Street Hooligans, Bonek

Ruas Berita di PTN Peraih Akreditasi A