Penyerangan FPI di Monas


Baru-baru ini front pembela islam atau FPI dengan laskar islamnya melakukan tindakan anarkis dengan menyerang apel pagi dari Aliansi Kebangsaan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). Aksi yang banyak di kecam beberapa kalangan baik dari ormas Islam ataupun unsur masyarakat lainnya. Tindakan yang dianggap tidak terpuji dan mencoreng nama baik agama Islam dan Negara ini, berujung setelah kedua belah pihak bentrok di ring 1 Monas. Massa AKKBB sendiri hadir disana hanya lah untuk melakukan aksi damai memperingati hari pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni kemarin. Namun Massa FPI, yang konon menurut sang Jendral Habib Rizieq terprovokasi diakibatkan beberapa oknum AKKBB menyampaikan dukungannya dengan Ahmadiyah, yang sudah dicap Menyimpang oleh MUI.Menurut habib, insiden itu timbul diakibatkan teriakan bernada sara kepada Laskar Islam yang dikatai Laskar Iblis.FPI pun berang terhadap aksi tersebut, serangan dan pukulan mendarat ke pemuka dan simpatisan AKKBB. Korban pun berjatuhan, walaupun tidak ada korban jiwa. Ironisnya banyak pemuka agama islam dan pemimpin pondok pesantren yang juga menjadi korban. Ini tentunya sangat tragis, dimana umat Islam juga saling menyakiti.
Kondisi bertambah panas, ketika Gus Dur ketua Dewan Syuro PB NU mengeluarkan pernyataan mengecam dan meminta FPI dibubarkan. Serangan balik pun dilontarkan Habib Rizieq di sebuah dialog di TV swasta dengan mengatakan bahwasanya Gus Dur Buta mata, dan Buta Hatinya. Lanjutnya, yang harus dibubarkan bukannya FPI melainkan Gus Dur. Ucapan bernada menantang, yang diperparah dilihat serta didengarkan oleh pemirsa di seluruh Nusantara,termasuk saya yang juga menyasikan acara tersebut. Mendengar, pernyataan ini pun mendapat tanggapan dari Banser dan Garda Kebangasaan, yang berdampak pada penyerang pada kantor FPI Cirebon. Apa yang terjadi sebenarnya?kondisi bangsa ini sudah susah, akibat harga BBM yang meningkat, kita harus dihadapkan isu polemik pemecah persatuan seperti ini.Pemerintah dan aparat kepolisian pun geram melihat, kelakukan massa FPI kali ini yang dianggap sudah kelewatan. FPI yang sebelumnya juga sering kali melakukan aksi sweeping dan kekerasan pada tempat judi, dan kantor Playboy, hingga pembakaran kaset, pengecanan pada penyanyi dangdut yang dianggap begoyang seronok. Presiden SBY, turut ambil bicara dengan sangat mengecam aksi kekerasan dan menyatakan FPI mencoreng nama baik negara. Malam itu juga setelah memberikan pernyataan pada press, SBY melakukan rapat mendadak bidang POLHUKAM. Alhasil, keputusan untuk menyusut tuntas tindak kekerasan pun dicetuskan. Seribu lebih aparat polisi dikerahkan, bahkan mereka sudah disiapkan pukul 04.30 hari itu. Massa FPI pun satu-satu demi satu di jemput paksa oleh polisi dan dimasukan didalam lebih dari 50 truck aparat. Sang Jenderal juga ikut dibawa ke polres Metro Jaya. Hari ini Habib dinyatakan bersalah, dan beberapa aktivis FPI pun telah dinyatakan tersangka. Munarman yang juga pengacara yang foto aksi mencekik salah seorang pemuda sampai malam ini belum menyerahkan diri. Namun menurut Detik.com, munarman akan menyerahkan diri ditemanin Anton Medan, mantan preman yang sekarang jadi penceramah ini. Namun ternyata itu semua nihil, Munarman pun tak muncul.Desakan untuk pembubaran FPI juga semakin kencang berdatangan. Tapi apakah FPI harus dibubarkan, Kalau iya sapa lagi yang berani melakukan sweeping terhadap tempat maksiat, protitusi, pornoaksi, dan tindakan larangan agama lainnya. Yang tentunya tidak semua aparat polisi lakukan disemua tempat, bahkan cenderung aparat juga bermain mata dengan para pengelola wadah-wadah maksiat itu.Kalau memang iya juga, apa kita tidak malu, mendesak FPI dibubarkan sedangkan mereka mempercayai Nabi Muhammad SAW, sebagai Nabi dan Rosul terakhir bukannya Gulam Ahmad, Kiblat mereka Kabbah, bukannya India, dan Kitab Mereka Al-Quran bukannya kitab suci Tadzkirah. Yang itu semua diyakini oleh Ahmadiyah, yang menurut Habib Rizieq akar dari insiden Monas ini. FPI juga pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah perihal aksi cepat mereka dalam ikut membantu korban Tsunami di Aceh. Kegiatan mereka pun tidak hanya semata-mata sweeping anarkis, melainkan juga kegiatan sosial, pengajian, dan dakwah seperti biasanya. Kita kembalikan lagi ke hati nurani bangsa ini, FPI salah dan Ahmadiyah juga salah, itu menurut saya yang meyakini kalau rasul dan nabi terakhir adalah Muhammad SAW, kiblat saya Kabbah, dan Kitab Suci saya Al-Quran. Saya sendiri mengecam tindakan kekerasan ini, tapi tidak semata-mata melihat dari insiden ini. KIta kembalikan lagi dengan ketegasan pemerintah yang tidak tegas terhadap Ahmadiyah yang sudah difatwa Sesat dan menodai, serta menistai agama Islam. Serta hukum dan aparat yang cenderung kurang tegas, sehingga FPI pun berani semena-mena dan berlaku semaunya sendiri menurut keyakinan dan kepercayaan yang mereka anut. FPI apakah dibubarkan atau hanya dibekukan?

Comments

Popular posts from this blog

Foto-Foto Terlarang Hindia Belanda

Green Street Hooligans, Bonek

Ruas Berita di PTN Peraih Akreditasi A