Atap Khatulistiwa di Langit Borneo



Tidak terasa sudah dua setengah tahun kuliah di ITS, dan liburan semester gasal ini, saya kembali berkesempatan untuk pulang ke kalimantan. Tepatnya Pangkalan Bun, Ibukota Kabupaten Kotawaringin Barat ini menjadi tempat kelahiran penulis. Penat sudah seluruh tubuh enam bulan menimba ilmu, berat takaran ember pengetahuan hingga sukma ini terlena. Yah! diri ini butuh hiburan, butuh mengembalikan stamina dan mental untuk menghadapi kuliah yang semakin kejam. Tepat hari minggu, 25 January dengan menggunakan Pesawat terbang keberangkatan menuju tanah kelahiran pun berlanjut.
Pangkalan Bun sebagai kota yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara ini memiliki fasilitas transportasi yang lengkap, dapat dikatakan Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai pintu gerbang masuk Propinsi Kalimantan Tengah. Semua jalur dapat ditempuh bila berkeinginan berkunjung ke kota ini. melalui udara, kita bisa memilih lanud Iskandar, sedangkan melalui laut fasilitas pelabuhan panglima Utar menjadi pilihan. Namun untuk saat ini, kedua fasilitas vital tersebut hanya melayani tujuan yang berasal dari kota -kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, dan Surabaya.
Kali ini saya berangkat menuju ke Pangkalan Bun dengan menggunakan Pesawat Terbang, bukanlah hal yang istimewa berpergian dengan menggunakan pesawat. Namun saya memiliki sebuah obsesi untuk mengabadikan kalimantanku tercinta ini dengan menggunakan Kamera. Pengambilan view awan dengan sayap pesawat yang menghiasinya ini sering sekali saya jumpai takkala membuka situs fotografer.net yang sudah lama saya tinggalkan. Waktu itu terbesik angan dikepala suatu saat aku juga ngambil foto yang seperti itu juga. Hari itu, angan-angan saya ini terkabulkan, dengan sedikit keberuntungan saya mendapatkan tempat duduk tempat disamping emergency door. Beruntung bagi saya mendapatkan posisi ini, walaupun terasa mengerikan duduk tepat di pintu telarang yang banyak dihindari penumpang. Kontan, kesempatan ini tidak bisa saya sia-siakan kamera pun saya arahkan di berbagai penjuru baik di luar pesawat ataupun dalam pesawat. Posisi yang sangat tepat sekali, jendela pesawat yang langsung mengarah tepat kearah sayap Pesawat dan tempat yang sangat luas dengan space yang hampir luas diarea depan tempat duduk saya. Ditambah terasa naik pesawat pribadi dengan duduk sendiri tanpa ada penggangu.
Banyak obesesi dari saya yang masih belum terbayarkan, termasuk obesesi mengeksporasi potensi yang ada di Pangkalan Bun. Nah liputan kali ini saya akan menampilkan pemandangan dari atas langit Borneo, yang tepat dilalui garis khatulistiwa. Bak istana langit dipenuhi awan dan semesta biru langit. Sayang bagi pembaca setia MOD liputan kali ini tidak bisa menampilkan wajah cantik, padahal pramugarinya cantik-cantik euuyyy, sory ya? belum punya nyali untuk terang-terang ngambil fotonya.
Berikut beberapa foto yang langsung diambil dari ketinggian 28 ribu kaki dari permukaan laut.

Berangkat dari Juanda Surabaya


Diambil di atas laut Jawa, ini posisi yang banyak saya lihat di fotografer.net


Posisi tepat namun berbau maut, ada yang berani coba!


Sungai Kapuas dari atas Langit, sungai ini mengalir di tiga propinsi


Tiba tepat Senja di kalimantan

Sekian dulu dari saya, MOD akan kembali menampilkan pesona borneo khatulistiwa di posting yang akan datang. Dengan ulasan dan pesona, serta keunikan pulau yang kaya akan sumber daya alam ini.

Comments

Popular posts from this blog

Foto-Foto Terlarang Hindia Belanda

Green Street Hooligans, Bonek

Sunrise of Java, Banyuwangi