Save The Energy, Save The World



Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS (PIMITS) yang ke-12 telah resmi bergulir Senin (20/4), saya sendiri mendapatkan tugas peliputan di hari awal pelaksanaan event akbar tahunan dari BEM ITS ini. Semenjak jam 8 pagi saya sudah standby di Graha Sepuluh Novemper, meskipun saya tau kalau pembukaan PIMITS dimulai pukul 09.00 WIB. Namun sial yang melanda saya, tunggu punya tunggu ternyata tidak muncul wajah-wajah para petinggi ITS yang akan membuka perhelatan PIMITS 12, bahkan persiapan para peserta Gelar Karya Mahasiswa (GKM) yang merupakan perwakilan tiap masing-masing jurusan di ITS maupun Politekniknya antara lain Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PENS) dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) masih terlihat sangat kacau dan belum siap. Jurusan saya bahkan tidak kebagian sekat pembatasan, tentunya membuat stand dari Teknik Sistem Perkapalan yang berdekatan dengan D3 Sipil dan Teknik Kelautan terlihat semarwut. Terlepas dari itu semua, PIMITS 12 tetap dimulai dengan ditandainya pertandingan robot line tracer tingkat SMA/ Sederajad dan Robo Soccer yang diikuti mahasiswa ITS.
Tim SMA yang bertanding di ajang Aksi Robot PIMITS 12


Robo Soccer cabang baru dari Aksi Robot PIMITS 12

Hari pertama pelaksanaan PIMITS Graha ITS cukup padat diramaikan oleh mahasiswa ITS yang ingin sekedar berkunjung ke stand jurusannya ataupun bersantai ria. Sedangkan saya sendiri memang sedang free hari itu, kebetulan kuliah Teknik Reparasi Permesinan by Pak IG kosong, beliau belum pulang dari Bangka Belitung. Kontan saja saya menikmati free day saya dengan liputan ini. Tidak lama berselang saya niatkan untuk bertemu dengan Korsa, mahasiswa Teknik Informatika ini adalah ketua panitia PIMITS 12 kali ini. Kita beri apresiasi yang tinggi untuk Korsa yang rela meninggalkan kuliah sejenak demi berlangsungnya acara PIMITS. Korsa berpendapat, PIMITS pada tahun 2009 ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan PIMITS-PIMTS yang sebelumnya. Kebetulan 2 PIMITS yang sebelumnya saya juga mengikuti perkembangannya, pada PIMITS 10 saya sempat menjadi panitia pusat BEM ITS, pada PIMITS 11 beberapa agenda acaranya saya yang liput. Tentunya sedikit banyak saya tau perubahan itu, menurut pandangan saya dari segi perserta lomba PIMITS 12 lebih unggul, selain itu poin tertinggi mereka terletak pada opening cermony-nya. Dengan bekerjasama dengan beberapa komunitas sepeda, PIMITS 12 berhasil menyuguhkan acara pembukaan yang berkesan. Namun sangat disayangkan beberapa agenda kegiatan yang menurut saya pribadi sangat berpotensi seperti Jurnalistik on The PIMITS (JOP), dan Film Indie kini tidak lagi hadir di PIMITS 12.
Hal baru yang hadir di PIMITS 12 kali ini adalah penyelenggaraan Viksasi dan penjurian dari 88 karya Program Kreatifitas Mahasiswa ITS yang dibiayai oleh DIKTI. Korsa pun kembali mengungkapkan PIMITS 12 kali ini memiliki visi yang ingin mengembalikan tujuan dari PIMITS itu sendiri, yakni sebagai miniatur PIMNAS bagi Mahasiswa ITS. PIMITS merupakan ajang pemanasan bagi mahasiswa ITS sebelum maju bersaing dengan teman-teman mahasiswa lainnya yang tersebar di Indonesia. Tentunya dengan adanya Gelar Produk PKM ini membuat suasana dari Graha ITS semakin ramai, terutama pada hari kedua PIMITS 12, banyak dari pengunjung yang ingin melihat, bertanya, ataupun bahkan berdiskusi dengan para peraih dana DIKTI tersebut. Selain itu hari kedua semakin heboh, dikarenakan dimulainya pertandingan line tracer tingkat Mahasiswa. Tentunya tingkat mahasiswa lebih seru disaksikan, dan tak ayal banyak dari tim robot ini membawa suporter mereka masing-masing untuk mendukung timnya diajang yang bergengsi di PIMITS 12 kali ini. Perserta Aksi Robot 2009 sangat meningkat drastis, ini senada dengan yang disampaikan oleh Haris ketua Aksi Robot, peningkatan tersebut mencapai 100 % lebih. Selain itu yang menarik adalah bermunculannya tim-tim srikandi robot ITS, seperti tim kartini yang menamai nama timnya untuk memperingati hari kartini yang memang jatuh pada hari itu (21/4). Namun sayang tim Kartini tidak mampu menembus dominasi dari kaum adam dalam perhelatan aksi robot kali ini.

Wasit melempar koin untuk menentukan arena line tracer

Nisa, Srikandi dari Tim Kartini

Aksi Robot, masih milik PENS-ITS...Pria di Foto ini sebelumnya juara Robo Soccer

Liputan di PIMITS semakin tambah asyik ketika saya sudah mau balik ke jurusan. Loh kenapa? Begini ceritanya, motor saya yang setia itu baru saja melewati bundaran ITS, tiba-tiba ada telpon dari Mbak Indah Humas ITS. Mbak Indah minta di fotoin karya-karya dari mahasiswa ITS, pertama saya sempat nolak, yah maklum saya takut waktu foto-foto saya keasyikan dan lupa kalau hari yang sama saya ada Praktikum Mesin Kapal, yang memaksa saya untuk berdiri 4 jam lebih. Namun demi menolong sesama ya saya ikhlas membantu mbak Indah, otomatis saya langsung balik ke Graha. Langsung saja saya datangi tiap stand yang ada di PIMITS, yah ga banyak-banyak saya juga pilih-pilih.

-------------------------------------------------------------------------------------------------
Tidak semua jurusan yang bisa saya tampilkan, saya mohon maaf kalau ada pembaca MOD yang jurusannya tidak terdapat di galery Gelar Karya Mahasiswa (GKM) di bawah ini. Mungkin lain kesempatan di PIMITS 13 (angka favorite saya tuh) saya bisa mengambil foto ditiap jurusan di ITS.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Nina, salah satu mahasiswi Arsitektur ini mencoba menerangkan maket rumah minimalis karya Mahasiswa Arsitektur ITS.

Dari stand D3 Sipil, pengunjung bertanya mengenai konsep jembatan

D3 Eletro dengan alatnya berhasil memukau siswa SMA yang satu ini.


Di stand Despro kita jumpai Tyzha yang juga Sekretaris Himpunan ini, si Tyzha juga rela ngbolos kuliah di stand jurusannya tercinta.

Teknik Kelautan hadir dengan miniatur offshorenya, banyak pengunjung yang dibuat tertarik melihat kilang minyak lepas pantai itu.


Banagyzer, mesin penghasil tenaga listrik dari kulit pisang ini menjadi andalan mahasiswa Teknik Kimia


Kursi khusus untuk manula ini merupakan karya dari mahasiswa Teknik Industri

Teknik Lingkungan hadir dengan konsep serba hijau di standnya

Mahasiswa PPNS mengendalikan putaran dari propeller melalui software yang mereka buat

PIMITS 12 sungguh menjadi ajang kreatifitas dan kreasi dari mahasiswa ITS, sangat sayang sekali jikalau acara yang memiliki ide yang luhur ini tidak mendapatkan dukungan dari beberapa pihak. Bicara masalah kreatif, PIMITS 12 tidak hanya jadi ajang ujuk gigi dari teman-teman dari jurusan. Melainkan pada PIMITS 12 kali ini banyak hasil karya kreatif yang dipajang bahkan dijual, seperti yang dilakukan teman-teman dari Koperasi Mahasiswa (KOPMA) ITS. Mereka selain menjual pernak-pernik dan asesoris ITS, KOPMA juga menyediakan beberapa desain baju. Pengunjung pun bisa langsung membeli ataupun memesan terlebih desain sesuai dengan pilihannya masing-masing. Teman-teman dari KOPMA sangat apik dalam bermain kata-kata dan kalimat dalam tiap desain baju mereka. Walaupun terkesan biasa, tapi kalau yang pakai arek ITS pasti bangga. Pada hari kedua, Tembok-tembok sekat di PIMITS menjadi penuh dengan karya dari beberapa fotografer yang sebelumnya beradu menghasilkan foto apik di tour bike Surabaya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Kreatifitas merupakan sebuah anugrah bagi sebagian orang, namun jika kreatifitas itu mulai dibatasi dan dikukung, akankah tetap menjadi sebuah anugrah.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
1 Kunci lagi apaan?

Kalau pakai kaos ini rada malu juga, kalkulus saya cuman AB...Hiks


Kalau yang buat kaos anak Siskal, Tulisannya jadi gini :Kuliah Nang ITS Akeh Tugase, Awan Kuliah, Bengi Kuliah, Senin Sampai Sabtu Kuliah, Kapan Dolane?

Dua wanita yang sedang menikmati hasil karya fotografi di PIMITS 12

Kreatifitas mahasiswa ITS ini terlihat dari berbagai karya PKM dari arek-arek ITS. Hampir semua tim PKM yang dinyatakan dibiayi dikti menggelar produk PKMnya. Sepertu yang sudah saya jelaskan diatas, bahwasanya di PIMITS tidak hanya menjadi ajang lomba dan pameran dari karya-karya dari tiap jurusan. Selain itu PIMITS mempunya agenda penting lainnya yakni melakukan tahapan viksasi dan penjurian terhadap karya PKM ITS. Setelah itu tim yang dinyatakan lulus viksasi dan penjurian akan melakukan presentasi karya mereka masing-masing. Untuk tim yang terbaik versi penilaian juri dan polling pengunjung, berhak mewakili ITS di ajang PIMNAS yang akan datang. Adapun tim yang lolos ke PIMNAS yakni berjumlah 7 tim dari 4 kategori PKM. Ternyata di acara gelar produk PKM ini saya banyak menjumpai kawan lama saya, seperti Teguh Herlambang mahasiswa Matematika ini membuat inovasi shampoo dengan berbahan dasar daun waru. Lain lagi dengan Tim Amanda bersama teman saya Dias Natawan Gita, Mahasiswa Elektro ini berhasil mengembangkan Magnetic Alarm Security (MAS). Kesemua produk inovatif dari mahasiswa ini sudah ramai beredar di pasaran. Sedangkan teman-teman dari Teknik Sistem Perkapalan, membawa sebuah alat dan sistem pereduksi emisi NOx dan SOx.

Zhia dengan game bentengannya telah sukses mengajak siswa Sekolah Dasar (SD) untuk melestarikan game tradisional Nusantara ini.


Kreasi dari mahasiswa ITS ini semoga mampu mengurangi angka Curanmor di ITS

Teguh Herlambang, Teman TPB dulu...


Dhika dan Setifan bersama produk PKM-nya

Juri yang sedang melakukan penilain terhadap hasil karya mereka di PIMITS 12

Liputan PIMITS 12 kali ini saya tidak bisa mengikuti sampai akhir acara, sama dengan nasib PIMITS-PIMITS yang sebelumnya. Selalu ada saja yang menghalangi saya untuk melihat Closing Ceremony. Walaupun masih banyak kekurangan, tidak membuat secara keseluruhan acara PIMITS 12 hancur. Namun yang menjadi jalan pikiran kita sekarang adalah bagaimana menciptakan sebuah inovasi hemat energi namun terjangkau oleh masyarakat luas. Melalui PIMITS ini semoga dilahirkan para peraih mendali emas dan mengharumkan kembali nama besar ITS di ajang PIMNAS Malang. Cukup sekian dari MOD menyampaikan liputan khusus mengenai PIMITS 12, namun sebelum anda meninggalkan blog ini. Berikut terdapat berbagai foto yang diambil secara snapshot alias diam-diam.

E.M.A

G2


Niko ketauan mojok di Graha ITS

Sampai jumpa dengan liputan yang akan datang........

Comments

Arsyil_keren said…
Wah seru bgt ya di ITS. Undip ada gak yah..

=Arsyil=
fajjar_nuggraha said…
@Arsyil
Buat Undip buat donk...
Tuan rumah PIMNAS di JATIM loh...
hati2 arek ITS Surabaya kalau di kandang beringas
aklam said…
mantep liputannya, panjaaaaaaaaang pol!
HanZa said…
wuih... keren mzzzz
hahaha
fitri said…
weh, mangstep2. dulu PIMITS jamanku suepii. dadi males poll.

Popular posts from this blog

Foto-Foto Terlarang Hindia Belanda

Green Street Hooligans, Bonek

Ruas Berita di PTN Peraih Akreditasi A